Sunday, February 13, 2011

PROFIL SINGKAT PROVINSI PAPUA

1.     GAMBARAN UMUM
Papua merupakan Propinsi yang terletak di wilayah paling timur negara Republik Indonesia dan merupakan daerah yang penuh harapan. Daerahnya belum banyak dirambah aktivitas manusia dan kaya akan sumber daya alam yang menyajikan peluang untuk berbisnis dan berkembang.  Tanahnya yang luas dipenuhi oleh hutan, laut dan keaneka ragaman biotanya dan berjuta-juta tanahnya yang cocok untuk tanah pertanian. Didalam  buminya, Papua juga menyimpan gas alam, minyak dan aneka bahan tambang lainnya yang siap menunggu untuk diolah.

2.     LETAK GEOGRAFIS
Papua terletak pada posisi   0° 19' -  10° 45' LS dan 130° 45' - 141° 48' BT, menempati setengah bagian barat dari New Guinea yang merupakan pulau terbesar kedua dari Greenland. Secara phisik, Papua merupakan Propinsi terluas di Indonesia, dengan luas daratan 21,9% dari total tanah seluruh Indonesia yaitu 421.981 km2, membujur dari barat ke timur (Sorong-Jayapura) sepanjang 1,200 km (744 mile) dan dari utara ke selatan (Jayapura- Merauke) sepanjang 736 km (456 mile). Selain tanah yang luas, Papua juga memiliki banyak pulau  yang berjejer disepanjang pesisirnya. Dipesisir utara terdapat pulau Biak, Numfor, Yapen dan Mapia. Disebelah barat pulau Salawati, Batanta, Gag, Waigeo dan Yefman. Dipesisir Selatan terdapat pulau Kalepon, Komoran, Adi, Dolak dan Panjang, sedangkan di bagian timur berbatasan dengan Papua Guinea.

3.     IKLIM
Papua terletak tepat di sebelah selatan garis katulistiwa, namun karena daerahnya yang bergunung-gunung maka iklim di Papua sangat bervariasi melebihi daerah Indonesia lainnya. Di daerah pesisir barat dan utara beriklim tropis basah dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 1.500 - 7.500 mm pertahun. Curah hujan tertinggi terjadi dipesisir pantai utara dan di pegunungan tengah, sedangkan curah hujan terendah terjadi di pesisir pantai selatan. Suhu udara bervariasi sejalan dengan bertambahnya ketinggian. Untuk setiap kenaikan ketinggian 100 m ( 900 feet ); secara rata-rata suhu akan menurun 0,6°C.
Temperatur di Papua 1999

4.     TOPOGRAFI
Keadaan topografi Papua bervariasi mulai dari dataran rendah berawa sampai dataran tinggi yang dipadati dengan hutan hujan tropis, padang rumput dan lembah dengan alang- alangnya. Dibagian tengah berjejer rangkaian pegunungan tinggi sepanjang 650 km. Salah satu bagian dari pegunungan tersebut adalah pegunungan Jayawijaya yang terkenal karena disana terdapat 3 puncak tertinggi  yang walaupun terletak didekat kathulistiwa namun selalu diselimuti oleh  salju abadi yaitu puncak Jayawijaya dengan ketinggian 5,030m (15.090 ft); puncak Trikora 5.160 m (15.480 ft) dan puncak Yamin 5.100 m (15.300 ft). Sungai-sungai besar beserta anak sungainya mengalir ke arah selatan dan utara. Sungai Digul yang bermula dari pedalaman kabupaten Merauke mengalir ke Laut Arafura. Sungai Warenai, Wagona dan Mamberamo yang melewati Kabupaten Jayawijaya, Paniai dan Jayapura bermuara di Samudera Pasifik. Sungai-sungai tersebut mempunyai peranan penting bagi masyarakat sepanjang alirannya baik sebagai sumber air bagi kehidupan sehari-hari, sebagai penyedia ikan maupun sebagai sarana penghubung ke daerah luar. Selain itu terdapat pula beberapa danau, diantaranya yang terkenal adalah Danau Sentani di Jayapura, Danau Yamur, Danau Tigi dan Danau Paniai di Kabupaten Nabire dan Paniai.

5.     KONDISI TANAH
Di Papua terdapat 6 jenis tanah utama dari 19 jenis tanah yang terdapat di Indonesia, yaitu Podsolik Merah Kuning, Organosol, Alluvial, Latosol, Rensina, Mediteran. Dari sekitar 41,066.000 Ha luas tanah Papua dapat di klasifikasikan kedalam  2 kelompok besar yaitu: areal berhutan, belukar dan alang-alang seluas 40.045.250 Ha atau 97,51 %, areal pertanian, perkebunan, peternakan, pemukiman dan lain-lain 1.020.800 Ha  atau 2,49 %.

6.     PENDUDUK DAN ANGKATAN KERJA
Walaupun Papua merupakan Propinsi yang terbesar di Indonesia, namun jumlah penduduknya adalah paling sedikit. Berdasarkan hasil survey penduduk antar sensus (SUPAS) 1995, jumlah penduduk Papua sebanyak 1.942.627 jiwa dengan rata-rata pertumbuhan 3,03 % pertahun, sedangkan pada tahun1999 sesuai proyeksi penduduk, jumlah tersebut telah  berkembang menjadi 2.165.300 jiwa. Apabila dikaitkan dengan luas wilayahnya maka kepadatan penduduk Papua  hanya 5 jiwa/km?. Penduduk asli Papua terdiri dari beragam etnik dan yang sudah teridentifikasi sebanyak 250 kelompok etnik. Mereka hidup secara berkelompok dalam unit-unit kecil, saling terpisah dan memiliki adat, budaya dan bahasa sendiri. Jumlah angkatan kerja Papua  pada tahun 1999 tercatat sebanyak 988.588 orang dan 93,58 % diantaranya tercatat sebagai pekerja (mempunyai pekerjaan). Sedangkan pencari kerja yang tercatat di Depnaker pada tahun 1999 sebanyak 80.481 orang.

7.     SOSIAL BUDAYA, SUKU DAN ADAT ISTIADAT
Pada daera-daerah Papua yang bervariasi topografinya  terdapat ratusan kelompok etnik dengan budaya dan adat istiadat yang saling berbeda. Dengan mengacu pada perbedaan topografi dan adat istiadatnya maka sacara garis besar penduduk Papua dapat di bedakan menjadi 3 kelompok besar yaitu:
·          Penduduk daerah pantai dan kepulauan dengan ciri-ciri umum, rumah diatas tiang (rumah panggung); mata pencharian menokok sagu dan menangkap ikan.
·          Penduduk daerah pedalaman yang hidup pada daerah sungai, rawa, Danau dan lembah serta kaki gunung. Pada umumnya bermata pencaharian menangkap    ikan, berburu dan mengumpulkan hasil hutan.
·          Penduduk daerah dataran tinggi dengan mata pencaharian berkebun beternak secara sederhana.
Pada umumnya masyarakat Papua hidup dalam sistem kekerabatan yang menganut garis ayah atau patrilinea.

8.     BAHASA
Di Papua terdapat ratusan bahasa daerah yang berkembang pada kelompok etnik yang ada. Keaneka ragaman bahasa ini telah menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi  antara satu kelompok etnik dengan kelompok etnik lainnya. Oleh karena itu bahasa Indonesialah yang digunakan secara umum oleh masyarakat-masyarakat di Papua bahkan sampai dipelosok-pelosok pedalaman.

9.     AGAMA
Keagamaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di Papua dan dalam hal kerukunan antar umat beragama, Papua dapat dijadikan contoh bagi daerah lain. Mayoritas penduduk Papua beragama Kristen, namun demikian sejalan dengan semakin lancarnya transportasi dari dan ke Papua maka jumlah orang yang beragama lain termasuk Islam juga semakin berkembang. Banyak misionaris baik asing maupun Indonesia yang melakukan misi keagamaannya di pedalaman-pedalaman  Papua.  Mereka memainkan peran penting dalam membantu masyarakat baik melalui sekolah-sekolah misionaris, pengobatan-pengobatan maupun secara langsung mendidik masyarakat pedalamandalam bidang pertanian, mengajar bahasa Indonesia maupun pengetahuan-pengetahuan praktis lainnya. Misionaris juga merupakan pelopor dalam membuka jalur penerbangan ke daerah-daerah pedalaman yang belum terjangkau oleh penerbangan reguler. Data mengenai jumlah pemeluk agama dan tempat ibadahnya dapat dilihat pada tabel dibawah.

No comments:

Post a Comment